Prof Muspawi bersama keluarga

Dari Pesantren ke Profesor: Jejak Inspiratif Prof. Mohamad Muspawi Menembus Batas

Posted on 2026-02-26 13:41:27 dibaca 109 kali

MUARO JAMBI, bungopos.com,- Di tengah suasana khidmat Balairung Pinang Masak, Kampus Universitas Jambi (UNJA) Mendalo, dua pekan lalu, langkah mantap Prof. Dr. Mohamad Muspawi, S.Pd.I., M.Pd.I., seakan merangkum perjalanan panjang seorang anak kampung yang tak pernah berhenti bermimpi. Hari itu, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan pada Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNJA—sebuah capaian akademik tertinggi yang lahir dari ketekunan, doa, dan kerja sunyi selama bertahun-tahun.

Perjalanan itu berakar dari keluarga sederhana di Kabupaten Sarolangun. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan pada masa kecilnya, kedua orang tuanya menanamkan keyakinan yang tak pernah goyah: pendidikan adalah jalan perubahan nasib. Dari rumah yang bersahaja, ia belajar bahwa kemiskinan bukan alasan untuk berhenti melangkah, melainkan alasan untuk berjuang lebih keras.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya melalui jalur pesantren. Di sanalah nilai religius, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah membentuk fondasi karakternya. Ia terbiasa bangun lebih awal, menghafal, membaca, dan menuntaskan tugas tanpa menunda. Kebiasaan kecil itu tumbuh menjadi etos akademik yang kuat—tidak menunda pekerjaan, menyelesaikan amanah dengan tuntas, dan menjaga integritas dalam setiap proses.

Langkah akademiknya berlanjut hingga meraih gelar sarjana, magister, dan doktor di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dari ruang-ruang kuliah hingga forum ilmiah, ia menapaki setiap jenjang dengan tekun. Baginya, belajar bukan sekadar mengejar ijazah, tetapi membangun kapasitas diri untuk memberi manfaat yang lebih luas.

Capaian gelar profesor yang diraihnya dalam waktu 16 tahun 10 bulan sejak SK CPNS terbit pada 1 Desember 2008 hingga SK Profesor keluar pada 1 Oktober 2025—di usia menjelang 44 tahun—menjadi catatan tersendiri. Bukan semata soal cepat atau muda, tetapi tentang konsistensi menjaga ritme perjuangan.

Dalam sambutannya, Prof. Muspawi tak menonjolkan prestasi, melainkan rasa syukur dan kesadaran akan amanah.

“Bagi saya ini adalah sebuah amanah, sebuah titipan dari Allah SWT yang tentu pertama saya harus bersyukur, kemudian saya harus mendayagunakannya untuk kebaikan-kebaikan. Jadi ini tentunya anugerah yang boleh dikatakan tidak semua orang juga bisa sampai ke titik ini. Ketika saya diberikan amanah ini maka memang ini harus benar-benar saya jaga sebaik-baiknya,” ujarnya dengan suara yang tenang namun sarat makna.

Perjalanan menuju guru besar bukan tanpa ujian. Ia aktif meneliti, membangun kolaborasi ilmiah, serta menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2—sebuah capaian yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan daya tahan mental. Revisi berulang, standar metodologi yang ketat, hingga pengorbanan waktu bersama keluarga menjadi bagian dari proses yang tak terlihat publik. Di balik setiap artikel yang terbit, ada malam-malam panjang, diskusi intens, dan doa yang tak putus.

Sebagai Guru Besar dalam bidang Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan, Prof. Muspawi memikul tanggung jawab moral untuk menghadirkan kepemimpinan pendidikan yang berintegritas, transformatif, dan berakar pada nilai-nilai spiritual. Ia percaya bahwa pemimpin pendidikan bukan sekadar administrator, tetapi teladan—yang mampu membimbing, menginspirasi, dan memastikan mutu pendidikan berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

Pengukuhan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan juga inspirasi bagi generasi muda Jambi—bahwa anak dari pelosok Sarolangun pun bisa berdiri di podium akademik tertinggi, selama mau menjaga mimpi dan disiplin dalam proses.

Di Balairung Pinang Masak hari itu, yang dikukuhkan bukan sekadar seorang profesor. Yang diteguhkan adalah pesan sunyi dari kampung halaman: bahwa kesederhanaan tak menghalangi kebesaran, dan bahwa amanah ilmu harus selalu kembali untuk kemaslahatan. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com