JAMBI, Bungopos.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, memastikan bahwa kondisi Bank Jambi saat ini berada dalam keadaan baik dan stabil, baik dari sisi keuangan, likuiditas, maupun kinerja penyaluran kredit. Hal tersebut disampaikan untuk menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu dugaan hilangnya dana nasabah akibat gangguan layanan yang terjadi.
Yan mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengingat proses pendalaman atas gangguan tersebut masih berlangsung. Saat ini, Bank Jambi masih melakukan audit forensik untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk menelusuri adanya indikasi anomali transaksi.
terus melakukan pemantauan dan monitoring secara intensif terhadap kondisi Bank Jambi. Seluruh langkah yang dilakukan masih dalam proses pendalaman dan pengawasan,” ujar Yan saat konferensi pers bersama Dewan Komisaris dan Direksi Bank Jambi serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Senin (23/2).
Lebih lanjut, Yan menyampaikan bahwa OJK juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Bank Jambi guna memastikan seluruh langkah penanganan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. OJK turut memberikan masukan dan penguatan agar penanganan gangguan dilakukan secara hati-hati, terukur, dan mengedepankan perlindungan nasabah.
“Anomali transaksi yang terjadi belum dapat disimpulkan apakah berasal dari sistem atau merupakan tindak kejahatan perbankan. Kami menunggu hasil audit forensik. Namun demikian, penguatan keamanan sistem perbankan selalu kami tekankan secara berkelanjutan kepada industri jasa keuangan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara berkala dan transparan kepada masyarakat. Saat ini, layanan perbankan tetap dapat dilakukan secara normal melalui counter layanan di seluruh kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor fungsional Bank Jambi.
“Dalam rangka mendukung proses audit forensik, untuk sementara waktu layanan mobile banking dan ATM masih kami nonaktifkan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Sesuai ketentuan yang berlaku, Bank Jambi berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab dan melakukan penggantian atas kerugian nasabah, baik yang disebabkan oleh kesalahan internal Bank maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank Jambi,” ujar H. Khairul Suhairi.
Ia menambahkan, bagi nasabah yang merasa dirugikan, dapat menyampaikan laporan langsung ke layanan customer service di kantor Bank Jambi terdekat pada jam operasional layanan bank. Bank Jambi juga memastikan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang, serta terus berkoordinasi dengan OJK dan Bank Indonesia.
“Kami menjamin bahwa kerahasiaan dan keamanan data nasabah tetap terjaga,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, menyampaikan bahwa sistem pembayaran secara umum tetap dalam kondisi terjaga dan stabil.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Bank Jambi, khususnya komitmen untuk melindungi hak-hak nasabah. Perlindungan terhadap nasabah tetap menjadi prioritas utama,” tutup Tedy Arief Budiman.(*)