JAKARTA, bungopos.com - Pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi menjadi impian bagi banyak orang. Hal itu pula yang mendasari pemerintah untuk memperbanyak peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan beasiswa. Salah satu lembaga negara yang ikut berperan dalam pemberian beasiswa pendidikan tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas.
Badan ini berdiri berdasarkan Keputusan Presiden nomor 8 tahun 2001 dengan tugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat untuk tingkat nasional. Baznas telah ada di 34 provinsi, 463 kabupaten/kota serta mengelola dan menghimpun ZIS dari 28 lembaga amil zakat nasional (laznas) serta 23 lembaga zakat internasional.
Mengutip data dari website Baznas, penghimpunan ZIS yang dilakukan sejak Januari 2024 hingga Oktober 2024 telah mencapai Rp995,671 miliar atau jika diakumulasikan telah menjangkau sebanyak 2.311.338 jiwa penerima manfaat pada periode sama. Sebanyak 1.727.393 jiwa atau 74,74 persen menerima manfaat dalam bentuk program sosial, 15,53 persen berupa program kesehatan, dan 4,53 persen adalah program pendidikan.
Baznas sendiri memiliki program beasiswa pendidikan untuk jenjang Magister (Strata 2/S2) Kajian Filantropi, Kebencanaan, dan Pembangunan Berkelanjutan pada program studi (prodi) Interdisciplinary Islamic Studies dan Doktoral (Strata 3/S3). Dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi mitra bagi program beasiswa pendidikan Batch II tersebut.
Seperti dikutip dari website Beasiswa Filantropi Baznas yang beralamat di https://bazn.as/filantropibaznas2024, beasiswa pendidikan ini akan diberikan khusus kepada 23 orang Amil di Baznas tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dengan formasi 19 orang untuk jenjang S2 dan 4 orang bagi S3. Ke-23 orang ini nantinya akan disebar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Beasiswa diberikan selama maksimal 4 semester atau 2 tahun bagi peserta jenjang Magister dan maksimal 7 semester atau 3,5 tahun untuk Doktoral. Seperti disebutkan dalam buku digital Petunjuk Teknis Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Filantropi Tahun 2024, terdapat sejumlah keuntungan bagi penerima beasiswa (awardee). Misalnya pembebasan beberapa biaya yakni Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), biaya matrikulasi, mengikuti konferensi, ujian tesis, ujian tes TOEFL dan IKLA di kampus, perpustakaan, academic writing, dan biaya wisuda.
Syarat mendaftar untuk ikut beasiswa yang masa pendaftarannya dibuka pada 14 Desember 2024 dan ditutup 27 Desember 2024 ini adalah sebagai berikut:
Setelah mengetahui poin-poin persyaratan bagi Beasiswa Filantropi Islam tadi, calon pelamar beasiswa wajib melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan, yaitu:
Untuk prosedur pendaftaran dan format dokumen lainnya dapt diunduh pada website bazn.as/filantropibaznas2024. Website tersebut juga mencakup rincian detail sistem dan pelaksanaan seleksi. Peserta juga dapat mendaftar secara daring ke website PTKIN mitra Baznas RI yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di https://pps.uinsuka.ac.id/ dan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di https://graduate.iunjkt.ac.id/id. Setelahnya pilih "Pendaftaran Beasiswa Baznas Magister (S2) dan Doktoral (S3).
Jadwal seleksi penerimaan peserta Beasiswa Filantropi Islam Baznas seperti dicantumkan dalam Petunjuk Teknis Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam Tahun 2024 meliputi:
Selamat mencoba dan semoga berhasil meraih Beasiswa Filantropi Islam Baznas 2024. (***)