ILUSTRASI : Siswa MTsN 7 Bungo belajar daring akibat kabut asap di Kabupaten Bungo

Kabut Asap Tak Padamkan Semangat Belajar, MTsN 7 Bungo Pastikan Hak Belajar Siswa Tetap Menyala

Posted on 2026-10-06 15:14:40 dibaca 35 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com — Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Bungo tidak menyurutkan komitmen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Bungo untuk memastikan pendidikan tetap berjalan. Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersahabat, madrasah terus mengawal proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan secara optimal.

Bagi MTsN 7 Bungo, perubahan ruang belajar dari ruang kelas ke ruang virtual bukan alasan untuk mengendurkan pelayanan. Justru dalam situasi penuh tantangan tersebut, madrasah memperkuat pemantauan, komunikasi, dan pendampingan kepada siswa.

Proses pembelajaran dipantau secara berkala melalui laporan yang diisi masing-masing guru pada platform yang telah disiapkan madrasah. Laporan tersebut mencakup kehadiran siswa, materi pembelajaran, aktivitas belajar, hingga dokumentasi kegiatan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara umum PJJ tetap berlangsung. Namun, sejumlah tantangan teknis masih menjadi persoalan, terutama keterbatasan jaringan internet, kuota, perangkat, serta akses terhadap platform pembelajaran.

Akibatnya, tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran daring secara penuh dan tepat waktu. Sebagian terlambat bergabung dalam Zoom Meeting, sementara lainnya menghadapi kendala untuk mengikuti pertemuan secara langsung.

Namun, MTsN 7 Bungo memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.

Guru terus mencari jalan agar proses pendidikan tetap menjangkau seluruh siswa. Selain menggunakan Zoom Meeting sebagai ruang pembelajaran virtual, guru membagikan modul, bahan ajar, tugas, dan materi melalui grup WhatsApp.

Siswa yang belum bergabung dalam pembelajaran daring juga tidak dibiarkan begitu saja. Guru melakukan komunikasi secara langsung untuk mengetahui persoalan yang mereka hadapi sekaligus memastikan materi pembelajaran tetap diterima.

Guru Bergerak, Siswa Tetap Belajar

Salah seorang guru MTsN 7 Bungo, Muhammad Nur, mengakui bahwa pelaksanaan PJJ masih menghadapi berbagai kendala teknis.

“Masih terdapat beberapa siswa yang terlambat bergabung dalam Zoom Meeting. Kendalanya cukup beragam, mulai dari keterbatasan kuota internet, jaringan, hingga perangkat yang digunakan siswa. Ada juga siswa yang mengalami kesulitan ketika mengakses aplikasi pembelajaran,” ujarnya.

Meski demikian, berbagai kendala tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan pendidikan.

Menurut Muhammad Nur, guru berupaya memaksimalkan seluruh sarana yang tersedia. Pembelajaran tatap muka virtual tetap dilaksanakan, sementara modul dan bahan ajar dibagikan melalui WhatsApp agar siswa yang mengalami kendala koneksi tetap dapat belajar secara mandiri.

“Ketika ada siswa yang belum bergabung, kami berusaha menghubungi mereka secara langsung dan menanyakan kendalanya. Kami tetap berupaya agar siswa dapat mengikuti pembelajaran melalui tatap muka virtual, sementara materi dan modul pembelajaran juga tetap kami bagikan,” jelasnya.

Firdaus AR: Kabut Asap Tak Boleh Menghentikan Pendidikan

Kepala MTsN 7 Bungo, Firdaus AR, menegaskan bahwa madrasah terus mendorong seluruh guru untuk memberikan layanan pendidikan terbaik selama PJJ berlangsung.

Menurutnya, kondisi kabut asap memang menghadirkan tantangan, tetapi tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan haknya atas pendidikan.

“Kami terus mendorong para guru agar dapat memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa. Proses pembelajaran juga terus kami monitoring melalui laporan dari setiap guru setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran,” ujar Firdaus AR, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, laporan dari setiap guru menjadi instrumen penting bagi madrasah untuk memastikan PJJ benar-benar berjalan. Dari laporan tersebut, pihak madrasah dapat melihat kehadiran siswa, materi yang telah diberikan, aktivitas pembelajaran, dokumentasi, hingga berbagai kendala yang muncul di lapangan.

“Kami melakukan monitoring melalui laporan yang disampaikan oleh masing-masing guru. Dalam laporan tersebut, guru juga melampirkan dokumen pendukung sebagai bukti pelaksanaan kegiatan pembelajaran,” tambahnya.

Firdaus AR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa yang tetap berjuang menjalankan proses pembelajaran di tengah kondisi yang tidak ideal.

Menurutnya, PJJ memang memiliki tantangan tersendiri. Persoalan jaringan, perangkat, kuota, hingga kesiapan sarana pembelajaran menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama.

Namun, semangat untuk memberikan pendidikan terbaik tidak boleh berhenti hanya karena keadaan.

“Apresiasi tentu kami berikan kepada seluruh guru yang tetap melaksanakan kewajibannya dan kepada siswa yang terus mengikuti pembelajaran. Meskipun masih terdapat berbagai kendala teknis, kita terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.

Ketika Asap Menutup Langit, Semangat Belajar Tetap Menyala

PJJ di MTsN 7 Bungo menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak semestinya berhenti hanya karena ruang kelas harus dikosongkan sementara.

Di tengah kabut asap, guru tetap mengajar. Siswa tetap belajar. Madrasah tetap mengawal. Teknologi menjadi jembatan, sementara kepedulian menjadi energi yang menjaga proses pendidikan tetap berjalan.

Sebab, ketika keadaan memaksa pintu kelas tertutup, semangat belajar tidak boleh ikut terkunci. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn7bungo.mdrsh.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com