Walikota jambi, Maulana

Pro-Kontra Stockpile PT SAS, Pemkot Jambi Pilih Tunggu Kajian Objektif

Posted on 2026-10-05 20:16:34 dibaca 32 kali

JAMBI, BungoPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi ternyata belum mengambil keputusan terkait tuntutan sebagian masyarakat agar stockpile dan jalan khusus batu bara milik PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) direlokasi dari kawasan Aur Kenali.

Hal ini disampaikan Wali Kota Jambi Maulana, Senin (5/9/2026). Keputusan mengenai keberadaan stockpile tersebut kata Maulana harus didahului kajian menyeluruh, terutama terkait kesesuaian regulasi tata ruang antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi.

Menurut Maulana, Pemkot Jambi telah berkonsultasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

Dari konsultasi tersebut, pemerintah pusat meminta agar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada masing-masing tingkat pemerintahan diselaraskan.

“Teman-teman dari pusat itu meminta kota, provinsi, RTRW-nya harus disinkron. Jadi kami sudah bersurat dengan Pak Gubernur untuk kita sama-sama,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, sinkronisasi dibutuhkan karena masih terdapat perbedaan ketentuan antara aturan tata ruang Provinsi Jambi dan Kota Jambi.

Sebagai contoh, suatu aktivitas pada kawasan tertentu dapat dimungkinkan berdasarkan regulasi di tingkat provinsi, namun tidak diperbolehkan berdasarkan ketentuan yang berlaku di Kota Jambi.

“Kalau di provinsi ada izin yang keluar, tapi di kota tidak boleh. Maka ini perlu disinkron. Boleh atau tidaknya supaya sama dari pusat, kemudian provinsi dan kota,” ujarnya.

*Pemkot Pastikan Kajian Teknis Jadi Acuan Utama*

Setelah sinkronisasi regulasi dilakukan, pemerintah akan menggunakan hasil kajian tim teknis sebagai dasar untuk menentukan apakah aktivitas stockpile masih dapat dilakukan di lokasi tersebut.

“Ini butuh sinkronisasi. Nanti hasilnya untuk tim yang melakukan kajian, apakah di situ masih dibolehkan atau tidak,” kata dia.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Maulana, juga telah menyiapkan tim teknis untuk melakukan kajian terhadap persoalan tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat, Pak Gubernur sudah membentuk tim teknisnya untuk melakukan kajian,” ujarnya.

*Pemkot Akan Dengarkan Kelompok Pro dan Kontra*

Selain aspek regulasi dan teknis, Pemkot Jambi juga akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Menurut Maulana, terdapat kelompok masyarakat yang meminta stockpile direlokasi karena mengkhawatirkan dampak lingkungan dan kebisingan. 

Namun, ada pula masyarakat yang mendukung keberadaan fasilitas tersebut, antara lain dengan pertimbangan aktivitas ekonomi.

Maulana memastikan pemerintah akan mendengar pandangan kedua kelompok dan tidak menjadikan aspirasi salah satu pihak sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

“Di lapangan ada kelompok masyarakat yang mendukung, ada juga kelompok yang tidak mendukung. Tentu dua-duanya harus kita dengar,” kata Maulana.

Ia mengatakan, pemerintah membutuhkan informasi secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan terkait keberadaan stockpile PT SAS.

Karena itu, keputusan akhir akan mempertimbangkan hasil sinkronisasi tata ruang, kajian tim teknis, aspek lingkungan dan sosial, serta aspirasi masyarakat yang pro maupun kontra.

Terkait kemungkinan kembali mempertemukan kelompok masyarakat yang mendukung dan menolak stockpile, Maulana mengatakan aspirasi kedua pihak pada dasarnya telah beberapa kali diterima pemerintah.

“Ya, baik yang pro dan kontra sudah sering kita dengar,” ujarnya. (*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com