DISERBU ASING : Universitas Muhammadiyah Muara Bungo yang mulai diminati mahasiswa asing
MUARA BUNGO, bungopos.com — Peta pendidikan tinggi di Kabupaten Bungo perlahan berubah. Muara Bungo tidak lagi hanya menjadi tempat mahasiswa dari daerah sekitar menempuh pendidikan. Enam mahasiswa dari Thailand, Sudan, dan Komoro kini menjadi bagian dari komunitas akademik Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA).
Kehadiran mereka menjadi penanda semakin terbukanya ruang pendidikan tinggi di daerah terhadap mobilitas mahasiswa internasional. Bagi UMMUBA, keberadaan enam mahasiswa asing tersebut bukan semata tentang jumlah, melainkan tentang bagaimana sebuah kampus di daerah membangun koneksi akademik melampaui batas geografis.
Informasi tersebut disampaikan melalui Lembaga Pengembangan Bahasa dan Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (LBKUI) UMMUBA.
Dua mahasiswa berasal dari Thailand, yakni Doar Bueraheang dan Deeyat Hasa. Keduanya menempuh studi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Dari Sudan, terdapat tiga mahasiswa. Monzer Ismail Akasha Hussein mengambil Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Adalalim Abakar menempuh Program Studi Teknologi Informasi, sementara Walaedeen Mohamed SH belajar pada Program Studi Administrasi Kesehatan.
Satu mahasiswa lainnya berasal dari Komoro, yakni Antuf Mohamed Said, yang menempuh pendidikan pada Program Studi Informatika Medis.
Kehadiran enam mahasiswa tersebut menciptakan ruang interaksi baru di lingkungan kampus. Bahasa, budaya, pengalaman pendidikan, hingga cara pandang yang berbeda kini bertemu dalam aktivitas akademik yang sama.
Rektor UMMUBA, Dr. Renda Lestari, S.Pd., M.Ed., menyambut kehadiran mahasiswa internasional tersebut sebagai bagian dari perkembangan lingkungan akademik kampus.
Menurutnya, mahasiswa asing bukan hanya merepresentasikan hubungan kerja sama pendidikan lintas negara, tetapi juga membuka pengalaman baru bagi mahasiswa dan sivitas akademika UMMUBA.
Di ruang kelas dan lingkungan kampus, interaksi tersebut berpotensi menjadi bentuk pembelajaran yang tidak selalu ditemukan dalam buku teks. Mahasiswa Indonesia dapat berkomunikasi dengan rekan dari negara lain, mengenal perspektif berbeda, sekaligus mengasah kemampuan bahasa asing—khususnya Bahasa Inggris.
Sebaliknya, mahasiswa internasional mendapatkan kesempatan untuk mengalami secara langsung kehidupan akademik dan sosial di Indonesia, khususnya di Muara Bungo.
Di sinilah internasionalisasi pendidikan menemukan bentuknya yang paling konkret: bukan sekadar kerja sama yang tertulis dalam dokumen, tetapi manusia yang bertemu, belajar, dan bertukar pengalaman.
UMMUBA melalui LBKUI terus mengembangkan penguatan bahasa, hubungan internasional, serta jejaring kerja sama akademik. Kehadiran mahasiswa dari tiga negara menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Bagi Kabupaten Bungo, fenomena ini juga memiliki arti yang lebih luas. Kehadiran mahasiswa Thailand, Sudan, dan Komoro menunjukkan bahwa aktivitas pendidikan tinggi di daerah dapat terhubung dengan mobilitas akademik internasional.
Muara Bungo menjadi titik temu bagi mahasiswa dengan latar belakang geografis dan budaya yang berbeda.
Tantangannya kini bukan hanya bagaimana menerima mahasiswa dari luar negeri, tetapi bagaimana keberadaan mereka menghasilkan pertukaran pengetahuan, kolaborasi akademik, jejaring internasional, dan pengalaman lintas budaya yang memberi manfaat bagi seluruh komunitas kampus.
Dengan semangat “We Are UMMUBA”, kampus tersebut menempatkan keberagaman sebagai bagian dari perjalanan akademiknya. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com