KREATIF : Metode pembelajaran yang diterapkan oleh MTsN 4 Bungo

Barang Bekas Menjadi Laboratorium Ekonomi Kreatif, Inovasi Pembelajaran Guru MTsN 4 Bungo

Posted on 2026-09-27 23:39:12 dibaca 206 kali

BUNGO, bungopos.com — Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MTsN 4 Bungo tidak berhenti pada buku teks dan teori ekonomi. Di tangan Masrukin, S.Pd.I., materi ekonomi kreatif diterjemahkan menjadi praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan murid: mengubah barang bekas menjadi wadah budidaya tanaman genjer.

Bagi murid kelas IX, pelajaran ekonomi kreatif kali ini bukan sekadar memahami definisi atau menghafal konsep. Mereka turun langsung menyiapkan wadah, media tanam, menanam genjer, hingga merawatnya.

Barang bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Golon bekas dimanfaatkan sebagai media budidaya, sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana kreativitas dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi barang yang memiliki fungsi dan potensi ekonomi.

Suasana pembelajaran pun berubah. Murid tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, tetapi terlibat langsung dalam proses praktik. Mereka mengikuti arahan Masrukin sambil belajar memahami bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan dari sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.

Masrukin mengatakan pembelajaran IPS seharusnya tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, konsep ekonomi kreatif perlu diperkenalkan melalui pengalaman yang dapat dilihat, dilakukan, dan dirasakan langsung oleh murid.

Budidaya genjer menjadi contoh sederhana bahwa ekonomi kreatif tidak selalu membutuhkan modal besar atau teknologi rumit. Kreativitas dapat dimulai dari kemampuan melihat kembali barang yang dianggap tidak terpakai, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

Di balik kegiatan sederhana tersebut, terdapat pelajaran yang lebih besar. Murid diperkenalkan pada cara berpikir kreatif, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus kemampuan membaca peluang ekonomi dari sumber daya yang ada di sekitarnya.

Pemanfaatan golon bekas juga memperkenalkan prinsip penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Sampah atau barang yang sebelumnya berpotensi terbuang dialihkan menjadi bagian dari kegiatan produktif. Konsep ini membuat pembelajaran ekonomi kreatif bersentuhan langsung dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.

Pendekatan semacam ini membuat IPS menjadi lebih kontekstual. Murid tidak hanya belajar tentang bagaimana kegiatan ekonomi berlangsung, tetapi juga memahami bahwa sebuah nilai ekonomi dapat lahir dari kreativitas, keterampilan, dan keberanian melihat peluang yang sering kali luput dari perhatian.

Bagi MTsN 4 Bungo, praktik budidaya genjer menjadi sebuah laboratorium kecil untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Dari sebuah wadah bekas, murid belajar satu hal penting: peluang tidak selalu datang dalam bentuk sesuatu yang baru. Kadang, peluang justru tersembunyi di balik barang yang dianggap sudah tidak berguna.

Pembelajaran tersebut diharapkan mampu membentuk murid yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan. Sebab, ketika sekolah mengajarkan murid untuk berpikir kreatif, lingkungan sekitar tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal—melainkan menjadi sumber belajar, sumber daya, dan bahkan sumber peluang ekonomi. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn4-bungo.mdrsh.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com