MAULID NABI SAW : Menag RI, KH Nasaruddin Umar memberikan tausiah tentang ketauladan Nabi SAW

Menag ke PMII: Jangan Biarkan Kelompok Minoritas Tersisih

Posted on 2026-09-27 23:31:14 dibaca 109 kali

JAKARTA, bungopos.com — Menteri Agama mengajak Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) memberi perhatian lebih besar kepada kelompok minoritas dan masyarakat rentan. Menurutnya, upaya menjaga hak kelompok yang mudah terpinggirkan perlu menjadi bagian dari agenda generasi muda Nahdlatul Ulama.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Agama saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekretariat PB IKA PMII, Minggu (27/9/2026).

Menteri Agama mengatakan, persoalan yang dihadapi kelompok rentan tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu organisasi. Karena itu, kerja bersama diperlukan agar kelompok yang berada dalam posisi lemah tetap memperoleh perlindungan dan ruang yang layak dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya ingin berharap kepada sahabat-sahabat PB PMII, ada hal-hal yang bisa kita lakukan. Mungkin adik-adik PB IKA PMII belum bisa melakukan segala sesuatunya secara penuh (powerful), tetapi yang bisa bergerak bersama adalah kita,” ujar Menteri Agama.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok minoritas tidak semestinya ditempatkan sebagai isu pinggiran.

“Kita ingin organisasi bawahan dari Nahdlatul Ulama ini memberi perhatian penting kepada kelompok minoritas. Ini harus menjadi isu buat kita,” katanya.

Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Menurutnya, salah satu prinsip dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah adalah mempertimbangkan secara cermat dampak setiap gerakan maupun gagasan agar tidak justru menyingkirkan kelompok tertentu.

Ia kemudian merujuk pada kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang majemuk. Masyarakat Madinah pada masa Rasulullah terdiri atas berbagai kelompok dan keyakinan. Dalam situasi tersebut, penghormatan terhadap hak dan keberadaan kelompok lain menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bersama.

Prinsip tersebut, menurut Menteri Agama, tetap relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman agama, suku, budaya, dan pandangan sosial.

“Karena kepemimpinan Rasulullah yang berakhlak tinggi, hubungan antarkelompok masyarakat menjadi harmonis dan dakwah Islam justru berkembang tambah luas,” tuturnya.

Menteri Agama juga menceritakan kisah kedatangan delegasi Kristen Najran kepada Rasulullah SAW di Madinah. Ia menuturkan bahwa rombongan tersebut diterima Rasulullah di Masjid Nabawi. Ketika tiba waktu mereka menjalankan ibadah, Rasulullah memberikan ruang kepada mereka untuk beribadah.

Menurut Menteri Agama, kisah tersebut memperlihatkan bahwa penghormatan terhadap kelompok yang berbeda telah menjadi bagian dari teladan kepemimpinan Rasulullah SAW. Nilai itu dinilai relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan Indonesia sebagai negara dengan masyarakat yang majemuk.

Menteri Agama berharap kader PMII dan generasi muda Nahdlatul Ulama tidak hanya mengambil peran dalam menjaga kerukunan, tetapi juga aktif memperhatikan masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Kehidupan beragama, menurutnya, harus dibangun di atas penghormatan terhadap hak setiap kelompok dan semangat untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tersisih.

Pesan tersebut menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai penjaga harmoni sosial, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memastikan keberagaman Indonesia tetap menjadi kekuatan, bukan sumber keterasingan bagi kelompok yang berbeda. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://kemenag.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com