SEGERA DIGELAR : MTQ ke 31 tingkat nasional di Kota Semarang

Dari Tahfidz hingga Karya Ilmiah, MTQ Nasional ke-31 Memetakan Kekuatan Qur’ani di Semarang

Posted on 2026-09-11 21:11:59 dibaca 62 kali

SEMARANG, bungopos.com — Sebanyak 2.242 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia mulai memasuki panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selama 10 hari, 11–20 September 2026, ajang keagamaan terbesar tingkat nasional itu tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga mempertemukan generasi Qur’ani dari berbagai daerah dalam satu panggung kebudayaan dan spiritualitas Indonesia.

Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama Republik Indonesia merilis jumlah final peserta yang ambil bagian dalam perhelatan tahun ini. Dari total tersebut, sebanyak 1.751 orang merupakan peserta inti yang akan bertanding, sementara 491 lainnya disiapkan sebagai peserta cadangan untuk mengantisipasi persoalan teknis maupun kondisi kesehatan menjelang dan selama perlombaan.

Besarnya jumlah peserta sekaligus menggambarkan luasnya spektrum kompetisi MTQ Nasional ke-31. Delapan cabang perlombaan menjadi arena untuk menguji kemampuan hafalan, seni baca, pemahaman, tafsir, kaligrafi hingga kemampuan mengembangkan gagasan ilmiah berbasis Al-Qur’an.

Cabang Hafalan Al-Qur’an atau Tahfidz menjadi kategori dengan jumlah peserta inti terbesar, mencapai 331 orang. Seni Baca Al-Qur’an atau Tilawah menyusul dengan 329 peserta, memperlihatkan kuatnya tradisi seni membaca Al-Qur’an yang tetap menjadi salah satu magnet utama MTQ.

Di bidang seni visual, Seni Kaligrafi Al-Qur’an atau Khat diikuti 315 peserta. Sementara itu, Syarhil Qur’an yang menguji kemampuan menyampaikan dan menjelaskan pesan Al-Qur’an secara argumentatif melibatkan 202 peserta.

Fahmil Qur’an, yang menguji keluasan pengetahuan keislaman melalui format kompetisi pengetahuan, diikuti 196 peserta. Cabang Qira’at Al-Qur’an mencatat 184 peserta, sedangkan Tafsir Al-Qur’an diikuti 130 peserta yang akan berhadapan dengan tuntutan pemahaman lebih mendalam terhadap kandungan dan pesan ayat.

Pada spektrum yang lebih akademik, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ) menjadi cabang dengan jumlah peserta paling sedikit, yakni 64 orang. Meski jumlahnya relatif kecil, cabang ini membawa dimensi berbeda karena menempatkan Al-Qur’an dalam ruang penelitian, penalaran dan pengembangan gagasan ilmiah.

Bagi Semarang dan Jawa Tengah, menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31 bukan semata persoalan penyelenggaraan sebuah kompetisi. Pemerintah daerah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari akomodasi kafilah, venue dan mimbar utama hingga infrastruktur digital yang mendukung proses penilaian.

Kementerian Agama membawa perhelatan ini dalam semangat “Kemenag Berdampak”, dengan harapan MTQ tidak berhenti pada pencarian para juara. Agenda nasional tersebut diharapkan menjadi ruang memperkuat syiar Islam yang damai, memperluas jejaring antardaerah serta membangun solidaritas kebangsaan melalui nilai-nilai Al-Qur’an.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, MTQ juga menghadirkan pesan yang lebih luas: kemampuan membaca Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Karena itu, selama sepuluh hari di Semarang, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang meraih medali dan menjadi juara umum. Lebih jauh, MTQ Nasional ke-31 menjadi panggung untuk melihat bagaimana tradisi Qur’ani terus menemukan relevansinya—dari hafalan dan tilawah hingga seni, tafsir, pendidikan dan gagasan ilmiah—serta bagaimana generasi muda Indonesia membawa nilai tersebut ke masa depan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man3bungo.mdrsh.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com