ILUSTRASI : Penerimaan beasiswa zakat Indonesia

Beasiswa Zakat Indonesia untuk Mahasiswa Miskin Dibuka, Begini Cara Daftarnya

Posted on 2026-09-06 13:30:06 dibaca 35 kali

JAKARTA, bungopos.com — Keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi garis akhir bagi anak-anak Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi. Semangat itulah yang kembali diusung Kementerian Agama bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026, yang resmi membuka pendaftaran hingga 7 September 2026.

Program ini menempatkan zakat bukan semata sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan yang diarahkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui akses pendidikan tinggi, dana zakat diharapkan mampu membuka jalan bagi keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Pendaftaran BeZakat 2026 berlangsung secara daring mulai 24 Agustus hingga 7 September 2026. Calon peserta dapat mengajukan diri dengan mengisi data serta mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan zakat memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik. Pendidikan, menurut dia, merupakan salah satu jalur paling strategis untuk mewujudkan dampak tersebut.

Zakat tidak hanya dapat menjawab kebutuhan mustahik hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Waryono.

Menurutnya, pendidikan memungkinkan zakat menghasilkan manfaat yang jauh lebih panjang. Seorang penerima beasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk berkuliah, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun kompetensi, kemandirian, dan kapasitas untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Karena itu, beasiswa pendidikan dipandang sebagai bentuk pendayagunaan zakat yang strategis. Dampaknya tidak berhenti pada satu penerima, tetapi berpotensi menjalar ke keluarga, lingkungan sosial, bahkan pembangunan bangsa.

“Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan tinggi. Di sinilah zakat hadir bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berkualitas,” kata Waryono.

Membuka Jalan dari Mustahik Menjadi Mandiri

BeZakat pertama kali diluncurkan pada 2025 dan kembali dilanjutkan pada 2026. Program ini menyasar lulusan pendidikan menengah yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang Strata Satu (S1) di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang menjadi mitra program.

Pada 2026, prioritas diberikan kepada mustahik dari kelompok fakir dan miskin, serta mustahik berprestasi dari kelompok fi sabilillah.

Seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik. Aktivitas calon peserta dalam organisasi, dakwah keagamaan, maupun kegiatan sosial juga menjadi bagian dari perhatian program.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa BeZakat tidak semata mencari mahasiswa berprestasi, tetapi juga calon penerima yang memiliki kepedulian sosial dan potensi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Pilihan bidang studi yang tersedia meliputi sains dan teknik, kesehatan, pertanian, ekonomi, hukum dan sosial, serta zakat dan wakaf. Program studi yang dipilih diarahkan berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi A atau Unggul.

Waryono berharap para penerima BeZakat tidak berhenti pada keberhasilan memperoleh gelar akademik.

“Harapannya, penerima BeZakat bukan hanya mendapatkan kesempatan kuliah. Mereka juga tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengubah kesempatan yang mereka terima menjadi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Pendaftaran hingga 7 September

Bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan, kesempatan mendaftar BeZakat 2026 masih terbuka hingga 7 September 2026.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem Beasiswa Kementerian Agama dengan melengkapi data dan dokumen yang dipersyaratkan.

Pendaftaran BeZakat 2026:
Portal Pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama

Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Seleksi administrasi dijadwalkan pada 8–15 September 2026, dilanjutkan dengan wawancara potensi diri, ruhiah dan akademik, serta wawancara mengenai komitmen dan kepribadian yang melibatkan orang tua atau wali.

Apabila diperlukan, penyelenggara juga akan melakukan verifikasi faktual terhadap data calon penerima.

Rangkaian seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pengumuman kelulusan pada 18 November 2026. Selanjutnya, orientasi calon penerima beasiswa direncanakan pada Desember 2026.

Lebih dari sekadar program bantuan pendidikan, BeZakat membawa gagasan bahwa zakat dapat menjadi investasi sosial. Dana yang dihimpun dari masyarakat diarahkan untuk membuka akses pendidikan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, sekaligus menciptakan generasi baru yang memiliki ilmu, kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak berhenti pada upaya meringankan beban hari ini. Ia diarahkan untuk memutus rantai keterbatasan melalui pendidikan—mendorong mustahik memiliki kesempatan untuk tumbuh mandiri dan pada akhirnya menjadi bagian dari masyarakat yang mampu memberi manfaat kepada orang lain.

Untuk informasi layanan dan informasi resmi lainnya dari Kementerian Agama, masyarakat dapat mengakses Portal Layanan Kementerian Agama. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://kemenag.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com