PENUH MAKANAN TRADISIONAL : Pasar 16 Palembang
PALEMBANG, bungopos.com — Ada banyak cara untuk mengenal sebuah kota. Namun, bagi para pencinta kuliner, cara paling menyenangkan mungkin adalah menyusuri pasar tradisional dan membiarkan aroma makanan membawa langkah ke satu sudut ke sudut lainnya.
Di Palembang, pengalaman itu dapat ditemukan di Pasar 16 Ilir, kawasan perdagangan yang menjadi salah satu denyut kehidupan kota di tepian Sungai Musi. Sejak pagi, pasar ini telah dipenuhi aktivitas pedagang dan pembeli. Di antara lorong-lorong kios yang menjual pakaian, kain, aksesori dan kebutuhan sehari-hari, aroma pempek, tekwan, kemplang hingga aneka kue tradisional menguar, menciptakan pengalaman kuliner yang khas.
Bagi snackpacker, Pasar 16 Ilir bukan sekadar tempat membeli makanan. Kawasan ini menawarkan kesempatan untuk mengenali Palembang melalui rasa—dari makanan gurih yang kaya ikan hingga kudapan manis yang diwariskan lintas generasi.
Salah satu yang paling sulit dilewatkan tentu saja pempek. Kudapan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini telah menjadi ikon kuliner Palembang yang dikenal luas. Di sekitar pasar, wisatawan dapat menemukan berbagai pilihan pempek, termasuk pempek kapal selam berukuran mini yang praktis disantap sambil menjelajahi kawasan pasar.
Sensasi gurih pempek semakin lengkap ketika berpadu dengan kuah cuko yang memiliki karakter rasa khas—perpaduan manis, asam dan pedas yang memberikan kejutan pada setiap gigitan.
Namun, perjalanan kuliner di Pasar 16 Ilir tidak berhenti pada pempek.
Ada tekwan, hidangan berkuah dengan bola-bola ikan yang biasanya disajikan bersama jamur, sedap malam dan pelengkap lainnya. Ada pula model, sajian berbahan ikan yang memiliki tekstur lembut dan umumnya disajikan dengan kuah gurih.
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang rasa Palembang, pilihan juga terbuka lebar. Kemplang dan aneka kerupuk khas Palembang menjadi salah satu oleh-oleh yang mudah ditemukan. Teksturnya yang renyah dan cita rasa ikan yang kuat membuat kudapan ini cocok menjadi teman perjalanan sekaligus buah tangan untuk keluarga.
Di sisi lain, Palembang juga memiliki kekayaan kuliner manis yang tak kalah menggoda.
Maksuba dan lapis kojo merupakan dua kue tradisional yang layak masuk dalam daftar buruan. Maksuba dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis yang kaya, sementara lapis kojo menawarkan karakter khas dengan aroma pandan dan warna hijau yang menjadi cirinya.
Kue-kue tersebut bukan sekadar makanan ringan. Di balik proses pembuatannya terdapat tradisi kuliner masyarakat Palembang yang telah berlangsung dari generasi ke generasi.
Menariknya, pengalaman berburu makanan di Pasar 16 Ilir justru terletak pada kesederhanaannya. Tidak selalu dibutuhkan restoran mewah untuk mendapatkan pengalaman gastronomi yang berkesan. Kadang-kadang, sebuah kios sederhana dengan makanan yang baru ditata di atas meja mampu menghadirkan cerita kuliner yang jauh lebih autentik.
Wisatawan dapat memilih, mencicipi, berbincang dengan pedagang, kemudian menentukan makanan mana yang layak dibawa pulang.
Setelah puas menjelajahi kuliner, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Sungai Musi. Kedekatan pasar dengan salah satu ikon utama Palembang tersebut membuat wisata kuliner sekaligus menjadi perjalanan menelusuri sejarah dan kehidupan kota.
Di sinilah kekuatan Pasar 16 Ilir: makanan, perdagangan, masyarakat dan sejarah bertemu dalam satu ruang.
Bagi wisatawan, Palembang akhirnya bukan hanya tentang datang, melihat, lalu pergi. Kota ini lebih menarik ketika dinikmati perlahan—menyusuri pasar, mencicipi pempek, menyeruput tekwan, menggigit kemplang, menikmati lembutnya maksuba, kemudian menutup perjalanan dengan memandang Sungai Musi.
Sebab, untuk mengenal Palembang lebih dekat, terkadang cukup dengan mengikuti aroma makanan yang keluar dari lorong-lorong Pasar 16 Ilir. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com