MELANGITKAN DO'A : Ditengah musim kemarau diminta melangitkan do'a
JAMBI, bungopos.com — Di tengah cuaca buruk, kekeringan, dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual.
Seruan itu disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Fatahuddin, saat memimpin apel rutin di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Selasa (1/9/2026).
Fatahuddin meminta seluruh ASN tidak mengabaikan kondisi kesehatan di tengah situasi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, kualitas udara, serta potensi kebakaran harus berjalan beriringan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kanwil Kemenag Provinsi Jambi juga menyiapkan sejumlah agenda keagamaan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi yang terjadi.
Agenda pertama adalah Salat Istisqa yang akan dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) pukul 07.00 WIB di Lapangan Kantor Gubernur Jambi. Salat ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda.
Selanjutnya, Tablig Akbar dan istigosah akan digelar pada Jumat (4/9/2026) setelah Salat Jumat di Masjid Agung Al-Falah.
“Apa pun kenyataan yang kita hadapi saat ini adalah bagian dari kasih sayang Allah kepada kita. Maka, mari kita berserah diri. Mudah-mudahan segala bencana, kekeringan, dan kebakaran hutan ini segera berlalu dari Negeri Jambi,” ujar Fatahuddin.
Ia menegaskan bahwa doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan. Masyarakat juga diharapkan tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan di tengah kondisi yang sedang dihadapi.
Fatahuddin turut mengajak umat beragama lainnya untuk memperkuat doa sesuai keyakinan dan aktivitas keagamaan masing-masing. Menurutnya, menghadapi musibah bukan hanya membutuhkan langkah teknis dan kebijakan pemerintah, tetapi juga kekuatan spiritual serta kebersamaan seluruh masyarakat.
Di tengah langit Jambi yang masih menghadapi tekanan cuaca dan kekeringan, pesan yang disampaikan Kemenag menjadi pengingat bahwa ikhtiar manusia dan doa harus berjalan bersama. Harapannya sederhana, tetapi besar: hujan segera turun, karhutla berakhir, dan masyarakat Jambi kembali menjalani kehidupan dengan aman dan sehat. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com