BIAYA HIDUP TINGGI : Pendapatan petani naik

Harga Hasil Pertanian Naik, Biaya Hidup Petani Makin Menghimpit

Posted on 2026-08-11 22:41:32 dibaca 149 kali

JAMBI, bungopos.com - Pada Juli 2026, indeks harga yang diterima petani mencapai 164,88. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding Januari yang berada di 155,95.

Sekilas, ini kabar baik.

Harga yang diterima petani untuk hasil produksinya mengalami kenaikan sepanjang periode Januari–Juli 2026. Namun cerita belum selesai ketika angka tersebut dibaca bersama indeks harga yang harus dibayar petani.

Sebab pada saat harga yang diterima petani meningkat, indeks harga yang dibayar petani juga bergerak naik, dari 125,53 pada Januari menjadi 128,20 pada Juli.

Di sinilah statistik mulai berbicara lebih keras.

Petani memang memperoleh harga yang lebih tinggi. Tetapi untuk menjalankan kehidupan dan kegiatan produksinya, mereka juga menghadapi harga yang lebih tinggi.

Data BPS yang ditampilkan dalam kategori sektor NTP tanpa perikanan (2018=100) menunjukkan indeks harga yang diterima petani bergerak dari 155,95 pada Januari, 159,37 Februari, 159,83 Maret, 160,12 April, 164,24 Mei, 165,08 Juni, kemudian 164,88 pada Juli 2026.

Sementara indeks harga yang dibayar petani bergerak dari 125,53 pada Januari menjadi 128,20 pada Juli.

Jarak antara keduanya memang masih cukup lebar. Namun pergerakan angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga hasil pertanian berjalan berdampingan dengan kenaikan biaya yang harus ditanggung petani.

Yang lebih menarik adalah komponen konsumsi rumah tangga.

Indeks konsumsi rumah tangga petani naik dari 127,61 pada Januari menjadi 130,17 pada Juli.

Dengan kata lain, bukan hanya urusan sawah, kebun atau produksi yang membutuhkan biaya lebih besar. Pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga petani juga mengalami peningkatan indeks.

Dan ketika makanan, minuman dan tembakau dipisahkan sebagai salah satu kelompok pengeluaran, angkanya bahkan lebih tinggi.

Indeks kelompok tersebut tercatat 133,33 pada Januari, kemudian bergerak naik hingga 137,41 pada Juni, sebelum berada di 136,16 pada Juli.

Angka itu memperlihatkan satu realitas sederhana: makanan dan kebutuhan konsumsi merupakan bagian penting dari tekanan harga yang dihadapi rumah tangga petani.

Namun data juga menunjukkan sisi lain yang tidak kalah penting.

Indeks harga yang diterima petani pada Juni mencapai 165,08, tertinggi dalam periode Januari–Juli yang terlihat pada tabel. Pada Juli, angka itu sedikit turun menjadi 164,88.

Artinya, setelah mencapai puncak pada Juni, harga yang diterima petani mengalami koreksi tipis pada Juli.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani pada Juli berada di 128,20, turun tipis dari 128,54 pada Juni. (***)

Editor: Arya Abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com