MISKIN EKSTREM : Gambaran se Provinsi Jambi

PR Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun ! 2.783 Jiwa Penduduk Bungo Masih Miskin Ekstrem

Posted on 2026-08-06 12:15:42 dibaca 223 kali

MUARA BUNGO bungopos.com - Ketika banyak daerah masih berjibaku menjaga daya beli masyarakat di tengah perlambatan ekonomi, Kabupaten Bungo justru mempersempit kantong kemiskinan ekstremnya. Dari total 381.272 penduduk, hanya sekitar 2.783 jiwa yang kini masuk kategori miskin ekstrem atau 0,73 persen dari populasi.

Potret tersebut tergambar dalam Surat Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor B-120/04300/VS.600/2026 tertanggal 28 April 2026 tentang penyampaian data kemiskinan ekstrem provinsi dan kabupaten/kota tahun 2024–2025. Surat yang ditandatangani Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi, itu disusun sebagai bagian dari pelaksanaan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa ukuran kemiskinan ekstrem mengacu pada standar internasional Bank Dunia, yakni penduduk dengan pengeluaran di bawah 2,15 dolar Amerika Serikat berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2017 per kapita per hari.

Gambaran besar di tingkat provinsi menunjukkan arah yang sama. Persentase penduduk miskin ekstrem di Provinsi Jambi turun dari 1,07 persen pada 2024 menjadi 0,68 persen pada 2025. Penurunan sebesar 0,39 poin persentase itu menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Pulau Sumatera. Hanya Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung yang mencatat angka lebih rendah. Jambi bahkan telah melampaui Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, dan Bengkulu. Dengan kata lain, dibandingkan sebagian besar provinsi tetangganya, kondisi kemiskinan ekstrem di Jambi kini semakin terkendali.

Di dalam Provinsi Jambi sendiri, persaingan antardaerah memperlihatkan cerita yang lebih beragam. Kabupaten Kerinci masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem paling rendah, yakni 0,27 persen, diikuti Kota Jambi sebesar 0,36 persen, Tanjung Jabung Timur 0,43 persen, Kota Sungai Penuh 0,53 persen, Merangin 0,64 persen, dan Tanjung Jabung Barat 0,66 persen. Bungo berada tepat setelahnya dengan angka 0,73 persen, mengungguli Muaro Jambi, Tebo, Sarolangun, hingga Batang Hari yang masih mencatat persentase kemiskinan ekstrem tertinggi di Provinsi Jambi sebesar 1,01 persen.

Namun, posisi bukanlah satu-satunya kabar baik bagi Bungo. Yang lebih penting justru arah perubahannya. Dibandingkan tahun sebelumnya, kemiskinan ekstrem di Bungo turun 0,30 poin persentase. Angka ini memang belum sebesar penurunan spektakuler yang dicapai Kerinci, Kota Jambi, atau Tanjung Jabung Timur, tetapi jauh lebih cepat dibandingkan Batang Hari dan Tebo yang masing-masing hanya turun 0,12 poin, bahkan Sarolangun yang hanya mampu menurunkan 0,07 poin. Artinya, Bungo sedang bergerak ke arah yang benar dengan kecepatan yang relatif baik.

Capaian tersebut tentu tidak lahir dalam ruang hampa. Berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sektor pertanian dan usaha mikro diyakini mulai memberi dampak terhadap kelompok masyarakat yang sebelumnya berada pada lapisan paling rentan. Meski demikian, angka 0,73 persen tetap mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai. Di balik persentase yang terlihat kecil itu masih ada keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar untuk hidup layak.

Karena itu, tantangan Bungo ke depan bukan lagi sekadar menekan angka statistik, melainkan memastikan masyarakat benar-benar mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan. Upaya membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM, memperkuat pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta menjaga ketepatan sasaran perlindungan sosial akan menjadi faktor penentu apakah tren penurunan ini dapat dipertahankan.

Keberhasilan Kerinci dan Kota Jambi membuktikan bahwa menurunkan kemiskinan ekstrem hingga di bawah setengah persen bukanlah target yang mustahil. Bagi Kabupaten Bungo, keberhasilan menembus tujuh besar daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Jambi patut disyukuri sebagai tonggak penting, bukan garis akhir. Sebab, ukuran sesungguhnya bukanlah siapa yang berada di peringkat teratas, melainkan seberapa konsisten sebuah daerah mampu memastikan semakin sedikit warganya yang hidup dalam kemiskinan paling ekstrem, hingga suatu hari angka itu benar-benar mendekati nol. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: Arya Abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com