KULIAH UMUM : Menteri Kebudayaan RI, Dr Fadli Zon memberikan kuliah umum di Unja
JAMBI, bungopos.com – Di tengah arus globalisasi yang terus mengubah wajah dunia, kebudayaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai warisan masa lalu yang harus dilestarikan. Lebih dari itu, budaya kini menjadi aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat identitas bangsa, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Gagasan itulah yang mengemuka dalam Kuliah Umum bertajuk "Pemajuan Kebudayaan dalam Perspektif Ekonomi Budaya" yang digelar Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) di Auditorium Graha Singadekane, Kampus Telanaipura. Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., sebagai pembicara utama.
Kuliah umum ini menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke Provinsi Jambi yang juga dirangkaikan dengan peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi. Kehadiran museum tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pelestarian sejarah, riset, pendidikan, dan pariwisata budaya di Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Helmi, serta dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, mahasiswa Pascasarjana, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang jauh melampaui proses transfer ilmu pengetahuan. Universitas, menurutnya, merupakan pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan regenerasi nilai-nilai budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
"Kehadiran Bapak Menteri Kebudayaan di Universitas Jambi menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memajukan kebudayaan Indonesia yang berakar pada kearifan lokal dan mampu menjawab tantangan global," ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Fadli Zon mengajak sivitas akademika melihat kebudayaan dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, budaya bukan hanya identitas bangsa yang wajib dijaga, melainkan juga modal ekonomi yang memiliki nilai strategis apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
"Kebudayaan bukan hanya warisan yang harus kita jaga, tetapi juga modal besar untuk membangun masa depan bangsa. Apabila dikelola dengan baik, kebudayaan mampu menjadi sumber inovasi, memperkuat identitas nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa negara-negara maju telah membuktikan bagaimana warisan budaya mampu berkembang menjadi industri kreatif bernilai tinggi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan sektor pariwisata, hingga memperkuat diplomasi budaya di tingkat internasional. Indonesia, dengan ribuan warisan budaya yang dimiliki, memiliki peluang besar untuk melakukan hal yang sama.
Dalam konteks Jambi, Fadli Zon menilai keberadaan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi beserta Museum Sriwijaya Dharmakirti merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Kawasan tersebut tidak hanya menyimpan jejak peradaban Nusantara, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat penelitian, pendidikan, wisata sejarah, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas budaya agar upaya pelestarian tidak berhenti pada aspek konservasi semata, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi menjaga identitas budaya di era digital, tantangan globalisasi terhadap budaya lokal, hingga langkah konkret mengembangkan ekonomi budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai autentiknya.
Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda bahwa kebudayaan bukan lagi isu pinggiran dalam pembangunan nasional, melainkan salah satu fondasi utama dalam membangun Indonesia yang berdaya saing.
Melalui kuliah umum ini, Universitas Jambi kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah pemajuan kebudayaan nasional. Kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga laboratorium lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan masa depan.
Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, pesan yang mengemuka dari Auditorium Graha Singadekane sore itu terasa semakin relevan: bangsa yang mampu menjaga budayanya bukan hanya akan dikenang karena sejarahnya, tetapi juga akan dihormati karena kemampuannya mengubah warisan leluhur menjadi kekuatan ekonomi, identitas, dan peradaban masa depan.
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com