DATA : Jumlah pengeluaran warga Tebo

40 Persen Warga Tebo Belanja di Bawah Rp. 800 per Bulan, Kelas Atas Belanja Tiga Kali Lipat di Atasnya

Posted on 2026-07-20 10:12:03 dibaca 76 kali

TEBO, bungopos.com – Angka rata-rata pengeluaran penduduk di Kabupaten Tebo tahun 2025 menyimpan cerita tentang kesenjangan daya beli yang masih lebar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Kabupaten Tebo Dalam Angka 2026 menunjukkan, kelompok masyarakat berpengeluaran tertinggi membelanjakan uang hampir tiga kali lipat dibandingkan kelompok 40 persen terbawah.

Dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Tebo tercatat Rp1.201.008 per bulan. Namun, jika diurai berdasarkan kelompok pengeluaran, perbedaannya terlihat sangat mencolok.

Kelompok 40 persen penduduk terbawah hanya memiliki rata-rata pengeluaran Rp758.233 per kapita per bulan. Sementara 40 persen kelompok menengah membelanjakan rata-rata Rp1.167.074, sedangkan 20 persen penduduk teratas mencapai Rp2.151.590 per kapita setiap bulan.

Artinya, masyarakat pada kelompok pengeluaran tertinggi memiliki kemampuan belanja sekitar 2,8 kali lebih besar dibandingkan kelompok 40 persen terbawah. Selisih nominalnya mencapai Rp1.393.357 per kapita per bulan, menggambarkan jurang kesejahteraan yang masih cukup lebar di Kabupaten Tebo.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Di satu sisi, terdapat kelompok yang memiliki ruang konsumsi lebih besar untuk pendidikan, kesehatan, transportasi hingga rekreasi. Di sisi lain, sebagian masyarakat masih harus mengalokasikan sebagian besar pendapatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Bagi kelompok 40 persen terbawah, ruang untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi jauh lebih terbatas. Dengan pengeluaran kurang dari Rp800 ribu per bulan per kapita, kemampuan memenuhi kebutuhan nonmakanan maupun menghadapi kenaikan harga barang menjadi semakin sempit.

Sementara itu, kelompok 20 persen teratas memiliki kapasitas konsumsi yang jauh lebih tinggi. Tingginya pengeluaran kelompok ini biasanya tidak hanya mencerminkan pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga belanja untuk pendidikan, kesehatan, teknologi, transportasi, hiburan, hingga investasi pada kualitas hidup.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih inklusif. Program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan UMKM, serta pengendalian inflasi menjadi langkah yang dapat memperkuat daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski rata-rata pengeluaran masyarakat Tebo telah mencapai lebih dari Rp1,2 juta per kapita per bulan, data BPS menunjukkan bahwa angka rata-rata tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi seluruh penduduk. Di balik angka rata-rata itu, masih terdapat kesenjangan konsumsi yang cukup besar antara kelompok masyarakat berpengeluaran rendah dan kelompok berpengeluaran tinggi. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: Tebo Dalam Angka 2026
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com