DATA : Infrastuktur di Kabupaten Bungo
MUARA BUNGO, bungopos.com – Panjang jalan di Kabupaten Bungo terus bertambah. Namun, di balik bertambahnya jaringan jalan, tersimpan tantangan yang tidak kecil. Data terbaru menunjukkan kondisi jalan rusak berat justru mengalami lonjakan dalam tiga tahun terakhir.
Gambaran tersebut tertuang dalam publikasi Kabupaten Bungo Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo. Buku statistik tahunan yang ditandatangani Kepala BPS Kabupaten Bungo, Ardiansyah, itu menyajikan data yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bungo sebagai potret perkembangan infrastruktur daerah.
Data memperlihatkan, total panjang jalan di Kabupaten Bungo meningkat dari 802,19 kilometer pada 2023 dan 2024 menjadi 854,20 kilometer pada 2025. Penambahan sekitar 52 kilometer itu menunjukkan adanya pembangunan maupun penyesuaian data jaringan jalan yang dikelola pemerintah daerah.
Namun, pertambahan panjang jalan belum sepenuhnya diikuti dengan perbaikan kualitasnya.
Berdasarkan kondisi jalan, ruas dengan kategori baik justru menurun cukup tajam. Pada 2023, jalan berkondisi baik mencapai 367,24 kilometer. Angka itu sempat meningkat menjadi 405,10 kilometer pada 2024, tetapi turun menjadi 324,44 kilometer pada 2025.
Jalan berkondisi sedang juga mengalami penurunan, dari 144,20 kilometer pada 2023 menjadi 93,45 kilometer pada 2025.
Di sisi lain, jalan berkondisi rusak berhasil ditekan. Dari 186,46 kilometer pada 2023, panjangnya turun menjadi 44,81 kilometer pada 2025.
Akan tetapi, penurunan itu diiringi kenaikan signifikan pada kategori yang lebih mengkhawatirkan, yakni rusak berat.
Jika pada 2023 panjang jalan rusak berat masih 104,29 kilometer, maka pada 2025 angkanya melonjak menjadi 391,50 kilometer. Artinya, hampir separuh jaringan jalan Kabupaten Bungo kini masuk kategori rusak berat.
Fenomena tersebut mengisyaratkan bahwa sebagian ruas jalan yang sebelumnya berada pada kategori rusak kemungkinan mengalami penurunan kondisi hingga masuk kelompok rusak berat. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah karena biaya penanganan jalan rusak berat jauh lebih besar dibandingkan pemeliharaan rutin.
Perubahan juga terlihat dari jenis permukaan jalan.
Jalan beraspal masih mendominasi jaringan jalan Kabupaten Bungo. Namun panjangnya menurun dari 693,77 kilometer pada 2023 menjadi 633,96 kilometer pada 2025.
Sebaliknya, jalan berpermukaan kerikil meningkat dari 82,92 kilometer menjadi 96,91 kilometer.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada jalan tanah, yang melonjak dari 19,50 kilometer pada 2023 menjadi 114,33 kilometer pada 2025.
Sementara itu, jalan dengan konstruksi rigid beton relatif stabil, berada di kisaran 9–10 kilometer.
Perubahan komposisi permukaan jalan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pembangunan ruas baru, perubahan status jalan, hingga pembaruan inventarisasi data jaringan jalan oleh instansi teknis. Karena itu, data statistik ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun prioritas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Jalan merupakan urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat. Kelancaran distribusi hasil pertanian, mobilitas warga, akses menuju sekolah, pusat kesehatan, hingga kawasan perdagangan sangat bergantung pada kualitas jaringan jalan.
Karena itu, angka-angka dalam laporan ini bukan sekadar statistik. Ia menggambarkan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat setiap hari ketika mengangkut hasil panen, berangkat bekerja, atau mengantar anak ke sekolah.
Data yang dirilis melalui Bungo Dalam Angka 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal menambah panjang jalan, tetapi juga memastikan jalan yang telah dibangun tetap layak digunakan. Di tengah bertambahnya jaringan jalan Kabupaten Bungo, menjaga kualitasnya menjadi pekerjaan yang sama pentingnya dengan membangun ruas baru. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com