Iskandar Ahmad (74 tahun) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 22, langsung dirujuk ke RS Arafah Kota Jambi
JAMBI, BungoPos.com - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci bernama Iskandar Ahmad (74 tahun) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 22, langsung dirujuk ke RS Arafah Kota Jambi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut setibanya di Jambi.
Pasien yang diterbangkan dari Madinah via Kloter Surabaya ini tiba di Asrama Haji Antara Jambi pada Rabu sore (01/17) setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah akibat mengalami stroke.
Setibanya di Jambi, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi bersama Kemenhaj Kabupaten Kerinci bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi untuk proses perujukan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Iskandar Ahmad didiagnosis menderita Hemiparese atau kelumpuhan setengah badan akibat Cerebrovaskular Darpet atau stroke.
Gejala klinis tersebut pertama kali dilaporkan dan didiagnosis pada 17 Mei 2026, namun tim medis menegaskan bahwa penyakit yang dideritanya tidak menular serta perilakunya dijamin tidak akan mengganggu penumpang lain selama penerbangan.
Sebelum dipulangkan, Iskandar sebenarnya telah dinyatakan laik terbang berdasarkan dokumen atau informasi medis standar untuk perjalanan udara (MEDIF) yang ditandatangani oleh dokter spesialis saraf, Dr. Emy Wardani, pada 25 Juni 2026 di KKHI BTH 22.
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Jambi, H. Yan Apriadi, menjelaskan bahwa dokumen MEDIF ini merupakan bagian penting dari persiapan logistik, serta pemenuhan izin medis yang diwajibkan maskapai sebelum penumpang dengan kondisi khusus diizinkan melakukan perjalanan udara.
Demi memastikan seluruh proses kepulangan berjalan lancar dan aman, instruksi koordinasi sebelumnya telah dikirimkan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di wilayah Batam (BTH) serta Surabaya (SUB).
Koordinasi intensif ini dilakukan agar penjemputan dan penanganan prosedur medis darat dapat langsung dilaksanakan begitu pesawat mendarat di Bandara Debarkasi Surabaya.
Informasi mengenai kondisi kesehatan jemaah ini juga diteruskan secara berkala kepada tim operasional bandara di SUB untuk persiapan teknis di lapangan.
Sekarang yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di RS Arafah sebelum dipulangkan ke pihak keluarga, kondisi pasien terus dipantau oleh Kemenhaj Kabupaten Kerinci,” pungkas Yan Apriadi.(*)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com