FOTO BERSAMA : Para pejabat instansi terkait menyiapkan sembako dengan harga yang murah
MUARA BUNGO, bungopos.com – Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Bungo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Halaman Parkir Pasar Atas (Pasar Bungur), Muara Bungo, Senin (8/6/2026), sebagai langkah nyata menghadirkan pangan terjangkau bagi masyarakat.
Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan. Mereka datang dengan harapan yang sama: memperoleh kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan harga pasar. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa tenang di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga pasca-hari raya.
Kegiatan strategis tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Bungo yang diwakili Asisten II Setda Bungo, Deddy Irawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar dan melindungi daya beli masyarakat.
"Setelah momentum hari besar keagamaan, biasanya terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan. Karena itu, pemerintah hadir melalui Gerakan Pangan Murah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan pasar murah, program ini mencerminkan kehadiran pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan rakyat. Ketika harga-harga berpotensi bergerak naik, pemerintah tidak tinggal diam, melainkan turun langsung menghadirkan solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, TPID Kabupaten Bungo bersama Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, dan berbagai instansi terkait menyediakan beragam komoditas strategis yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam, hingga berbagai jenis bumbu dapur dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar rata-rata.
Adapun harga komoditas yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah tersebut antara lain:
Bagi banyak warga, harga-harga tersebut menjadi angin segar yang membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, akses terhadap pangan murah menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan keluarga.
Gerakan Pangan Murah juga menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berbicara tentang angka dan statistik, tetapi tentang bagaimana kebijakan pemerintah dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketika harga terkendali, daya beli terjaga, dan kebutuhan pokok mudah diperoleh, maka stabilitas ekonomi daerah pun akan semakin kuat.
Melalui konsistensi pelaksanaan program ini, TPID Kabupaten Bungo berharap laju inflasi daerah dapat tetap terkendali sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pangan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.
Di balik tumpukan beras, telur, cabai, dan minyak goreng yang dijual dengan harga terjangkau, tersimpan pesan besar bahwa pemerintah hadir bukan hanya saat kondisi sulit terjadi, tetapi juga bekerja mencegah agar kesulitan itu tidak datang. Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bungo menjadi contoh bagaimana kebijakan yang sederhana dapat menghadirkan manfaat yang nyata, menjaga dapur tetap mengepul dan harapan masyarakat tetap menyala. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com