LATIHAN PUISI : Siswa MAN 2 Bungo
MUARA BUNGO, bungopos.com - Di sebuah sudut ruang kelas MAN 2 Bungo, suasana berbeda tampak begitu terasa. Salah seorang siswa berdiri di depan kamera handphone sambil memegang lembar puisi. Mulai intonasi suara, ekspresi wajah, dan pengambilan video dilatih guna mendapatkan hasil terbaik. Di balik proses itu, tersimpan semangat besar untuk mengukir prestasi dan membawa nama madrasah melangkah lebih jauh.
Dengan penuh kesabaran dan semangat, Ratna Sari, S.Pd.I. selaku guru pembimbing sekaligus guru Bahasa Indonesia, mendampingi para siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba membaca puisi yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Yasni Bungo. Lomba tersebut bukan ajang biasa, melainkan kompetisi bergengsi yang diikuti peserta tingkat perguruan tinggi se-Asia Tenggara dan SMA sederajat se-Sumatera.
Bagi para siswa MAN 2 Bungo, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan besar. Mereka harus membawakan dua puisi, yakni puisi wajib berjudul “Pada Tubuh Cahaya Bertumbuh” dan puisi pilihan “Beri Daku Sumba”. Dua karya sastra itu tidak hanya dibacakan, tetapi harus dihidupkan melalui penghayatan, ekspresi, dan kekuatan rasa.
Di tengah proses latihan, para siswa belajar bahwa membaca puisi bukan sekadar melafalkan kata-kata indah. Puisi adalah tentang keberanian menyampaikan makna, menyentuh hati pendengar, dan menghadirkan jiwa dalam setiap bait yang diucapkan.
Tak jarang mereka mengulang rekaman berkali-kali demi mendapatkan hasil yang maksimal. Meski lelah, tak satu pun terlihat menyerah. Sebaliknya, suasana latihan justru dipenuhi tawa, semangat, dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi siswa untuk mengembangkan bakat di bidang sastra, khususnya seni baca puisi. Selain melatih keberanian dan kreativitas, lomba ini juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk berkompetisi di tingkat yang lebih luas,” ungkap Ratna Sari penuh optimisme.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala MAN 2 Bungo, Dra. Hj. Masniah, S.Pd.. Beliau mengapresiasi semangat para siswa yang berani tampil dan berkompetisi di ajang besar. Menurutnya, pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa mampu mengembangkan potensi diri, kreativitas, dan rasa percaya diri.
“Kami sangat bangga atas semangat siswa MAN 2 Bungo dalam mengikuti lomba ini. Semoga melalui kegiatan ini para siswa dapat menambah pengalaman, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengharumkan nama madrasah di tingkat yang lebih luas,” tuturnya.
Apa yang dilakukan para siswa MAN 2 Bungo ini menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari ruang latihan sederhana, dari kamera seadanya, hingga dari keberanian untuk mencoba — semua itu adalah proses menuju kesuksesan.
Kompetisi ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah perjalanan membangun mental, melatih keberanian tampil, serta menanamkan keyakinan bahwa setiap siswa memiliki bakat yang layak untuk berkembang.
Melalui puisi, para siswa belajar memahami kehidupan, merasakan empati, dan menyampaikan pesan dengan hati. Mereka tidak hanya sedang berlatih membaca karya sastra, tetapi juga sedang belajar menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada dunia.
Semangat yang tumbuh di MAN 2 Bungo hari itu menjadi pesan inspiratif bagi generasi muda bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kemewahan fasilitas, melainkan dari kesungguhan hati, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
Dan siapa sangka, dari bait-bait puisi yang mereka lantunkan hari ini, kelak akan lahir generasi hebat yang mampu menginspirasi banyak orang di masa depan. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com