DISIPLIN : Guru MTsN 7 Bungo memeriksa kebersihan kuku murid
MUARA BUNGO, bungopos.com - Pagi Sabtu (16/5) di MTsN 7 Bungo selalu dimulai dengan suasana hangat. Senyum guru menyambut kedatangan siswa di gerbang madrasah, sapaan ramah terdengar silih berganti, sementara para peserta didik melangkah menuju kelas dengan penuh semangat. Namun di balik suasana sederhana itu, tersimpan sebuah proses penting dalam membentuk karakter generasi muda: menanamkan disiplin dan budaya hidup bersih sejak dini.
Di madrasah yang berada di wilayah Tanah Tumbuh tersebut, para guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan di ruang kelas. Mereka juga menanamkan nilai kehidupan melalui hal-hal kecil yang sering kali dianggap sepele, seperti kebersihan kuku dan kerapian pakaian.
Setiap pagi, guru piket memanfaatkan momen penyambutan siswa untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kebersihan kuku, kerapian seragam, hingga kelengkapan atribut madrasah. Siswa-siswa berbaris rapi di depan kelas masing-masing, lalu satu per satu maju memperlihatkan kuku mereka kepada guru yang bertugas.
Bagi sebagian orang, pemeriksaan kuku mungkin terlihat sederhana. Namun bagi MTsN 7 Bungo, kebiasaan kecil itu adalah bagian dari pendidikan karakter yang memiliki makna besar.
Guru memastikan kuku siswa tidak panjang, tidak dicat, tidak diwarnai, dan yang paling penting tetap bersih. Sebab kuku yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri penyebab penyakit yang membahayakan kesehatan tubuh.
Salah seorang guru, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kedisiplinan diri.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan, termasuk kebersihan kuku, adalah bagian dari tanggung jawab pribadi. Dengan penanaman kedisiplinan peserta didik khususnya tentang kebersihan, diharapkan siswa dapat hidup bersih dan sehat. Kuku yang panjang dapat menjadi tempat bersarangnya berbagai penyakit dan kuman yang bisa masuk ke dalam tubuh. Karena itu, kebersihan kuku mutlak untuk diperhatikan,” ungkapnya.
Tidak hanya soal kuku, para guru juga memeriksa kerapian pakaian dan kelengkapan atribut siswa sesuai aturan madrasah. Dari cara memakai seragam hingga sikap saat berbaris, semuanya menjadi bagian dari pembiasaan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sopan, dan bertanggung jawab.
Menariknya, pendekatan yang dilakukan para guru terasa penuh kehangatan. Ketika ditemukan siswa yang kukunya masih panjang, guru tidak langsung memarahi, melainkan memberikan arahan dengan bijak agar segera memotong kuku setelah pulang ke rumah. Pendidikan di MTsN 7 Bungo tidak dibangun dengan ketakutan, melainkan dengan pembiasaan dan kepedulian.
Sementara itu, Iin menambahkan bahwa menjaga kebersihan kuku sangat penting karena kuku memiliki peranan besar dalam aktivitas sehari-hari.
“Kuku harus selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya. Kuku yang kotor dapat menjadi sarang berbagai kuman penyakit yang kemudian dapat menular ke bagian tubuh lainnya. Karena itu, siswa perlu dibiasakan menjaga kebersihan sejak dini,” jelasnya.
Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, MTsN 7 Bungo memilih membangun karakter melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna. Sebab pendidikan sejatinya bukan hanya tentang nilai di atas kertas, melainkan juga tentang bagaimana membentuk kebiasaan baik yang akan melekat sepanjang hidup.
Dari pemeriksaan kuku setiap pagi, madrasah ini sedang menanamkan pesan penting kepada para siswa: bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, disiplin adalah cermin tanggung jawab, dan karakter baik selalu dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com