BANJIR : Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau lokasi terdampak

4.386 Rumah Terendam, Banjir dan Longsor Meluas di 9 Kecamatan, Pemkab Bungo Tetapkan Status Tanggap Darurat

Posted on 2026-05-15 17:46:48 dibaca 85 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com - Langit Kabupaten Bungo masih diselimuti awan kelabu ketika air perlahan merendam halaman rumah-rumah warga. Di beberapa titik, tanah yang sebelumnya kokoh berubah menjadi lumpur longsoran. Suara hujan yang turun berhari-hari menghadirkan kecemasan, tetapi di tengah situasi sulit itu, satu hal justru terlihat semakin nyata: semangat kemanusiaan yang tumbuh dari kepedulian bersama.

Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status Tanggap Darurat setelah banjir dan tanah longsor meluas di sembilan kecamatan. Ribuan rumah warga terdampak. Namun, di balik angka 4.386 rumah yang terendam, ada kisah tentang keluarga yang berusaha bertahan, tetangga yang saling membantu, dan para petugas yang terus bekerja tanpa mengenal lelah.

Pada Jumat (15/05/2026), Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau lokasi terdampak. Di Kampung Lubuk Tenam, Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, hingga Dusun Purwo Bhakti Kecamatan Bathin III, ia menyaksikan sendiri bagaimana warga berjuang menghadapi musibah.

Di salah satu sudut pengungsian, anak-anak tampak tetap bercanda meski hanya duduk di atas tikar sederhana. Para ibu memasak seadanya di dapur umum, sementara para relawan sibuk membagikan bantuan. Di tengah keterbatasan, suasana gotong royong justru terasa begitu hangat.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk bergerak cepat dalam penanganan masa darurat ini,” ujar Wabup saat berdialog dengan warga.

Musibah ini memang meninggalkan duka mendalam. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara seorang lainnya meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik saat banjir melanda. Kesedihan itu menjadi pengingat bahwa bencana bukan sekadar tentang kerusakan alam, tetapi juga tentang kehilangan yang dirasakan banyak keluarga.

Namun demikian, harapan tidak ikut tenggelam bersama banjir.

Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat kecamatan, relawan, hingga masyarakat terus bergerak. Tenda darurat berdiri di sejumlah titik strategis. Dapur umum mulai mengepul sejak pagi hingga malam untuk memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi. Bantuan terus berdatangan, bukan hanya dalam bentuk logistik, tetapi juga tenaga dan doa.

Di tengah derasnya air dan lumpur yang menutup jalan, masyarakat Bungo memperlihatkan satu nilai yang tak pernah hanyut: solidaritas.

Bencana memang datang tanpa diundang, tetapi kepedulian selalu menemukan jalannya sendiri. Dari tangan-tangan relawan yang membantu evakuasi, dari aparat yang berjaga siang malam, hingga warga yang rela berbagi makanan dengan sesama pengungsi, semuanya menjadi bukti bahwa kemanusiaan tetap hidup bahkan dalam masa paling sulit.

Kini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. Curah hujan yang masih fluktuatif serta risiko korsleting listrik di kawasan tergenang menjadi perhatian serius. Namun di balik kewaspadaan itu, tersimpan keyakinan bahwa Kabupaten Bungo akan mampu bangkit.

Sebab, setiap bencana selalu menyisakan pelajaran berharga: bahwa ketika musibah datang, kekuatan terbesar bukan hanya pada bantuan yang diberikan, melainkan pada kebersamaan yang terus dijaga. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bungokab.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com