BELAJAR : Siswa MTs Negeri 4 Bungo belajar aksara arab melayu

Menjaga Jejak Aksara Leluhur di Tengah Arus Digital, MTs N 4 Bungo Dalami Aksara Arab Melayu

Posted on 2026-05-10 11:13:15 dibaca 207 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com - Di saat sebagian besar generasi muda sibuk menatap layar gawai dan mengetik dengan huruf modern, suasana berbeda justru tampak di Mushalla MTsN 4 Bungo pada Jumat siang (08/05). Puluhan siswa dan siswi duduk bersila di atas sajadah, menundukkan kepala dengan penuh kesungguhan, sementara tangan mereka perlahan menggoreskan aksara Arab-Melayu di atas buku catatan sederhana.

Tak terdengar riuh percakapan. Yang ada hanyalah semangat belajar dan keinginan kuat untuk mengenal kembali warisan budaya yang hampir terlupakan: Tulisan Pegon Melayu Jambi.

Usai menunaikan salat Jumat, para siswa tidak langsung pulang ataupun sibuk bermain. Mereka memilih berkumpul di mushalla untuk mengikuti kegiatan rutin pembelajaran Pegon yang kembali diaktifkan oleh pihak madrasah. Sebuah langkah sederhana, namun sarat makna dalam menjaga identitas budaya dan jejak intelektual Islam Melayu di tanah Jambi.

Di tengah derasnya modernisasi, MTsN 4 Bungo seakan ingin menyampaikan pesan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh memutus hubungan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.

“Pegon Melayu Jambi adalah identitas kita,” ungkap Kepala Madrasah dengan penuh keyakinan. Baginya, pendidikan bukan hanya soal mencetak siswa yang cakap menggunakan teknologi, tetapi juga membentuk generasi yang mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur warisan nenek moyangnya.

Pembelajaran Pegon itu pun dilakukan secara bertahap dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal bentuk huruf Arab yang telah disesuaikan dengan fonetik bahasa Melayu. Setelah memahami dasar-dasarnya, mereka mulai berlatih menulis kalimat-kalimat hikmah dan membaca teks-teks Melayu klasik yang dahulu menjadi media dakwah dan pendidikan masyarakat.

Meski terlihat sederhana, kegiatan ini sejatinya sedang menanamkan nilai besar: kesabaran, ketelitian, kecintaan terhadap ilmu, serta penghormatan terhadap tradisi.

Menariknya, semangat para siswa tetap menyala meskipun kegiatan berlangsung pada siang hari. Tidak sedikit yang merasa tertantang sekaligus bangga dapat mempelajari aksara yang bagi mereka terasa unik dan penuh misteri.

“Saya senang belajar Pegon karena seperti mempelajari kode rahasia zaman dulu,” ujar salah seorang siswi sambil tersenyum kecil.

Ungkapan polos itu menggambarkan bahwa budaya akan tetap hidup ketika diwariskan dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak. Pegon bukan lagi sekadar tulisan kuno, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi hari ini dengan sejarah panjang peradaban Melayu Islam.

Di tangan para siswa MTsN 4 Bungo, aksara Arab-Melayu kini kembali menemukan denyut kehidupannya. Huruf demi huruf yang mereka tulis bukan hanya tinta di atas kertas, melainkan simbol perjuangan menjaga identitas daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

Melalui kegiatan istiqamah seperti ini, MTsN 4 Bungo tidak hanya mendidik siswa menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Sebab di tengah dunia yang terus berubah, bangsa yang besar adalah bangsa yang tetap mengenal akar dan warisan peradabannya. (***)

 
Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn4-bungo.mdrsh.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com