BELAJAR : Proses akademik yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bungo

Jangan Bunuh Masa Depan Pendidikan ! Universitas Muhammadiyah Bungo Tolak Isu Pembubaran Prodi

Posted on 2026-05-01 17:43:01 dibaca 30 kali

MUARA BUNGO, bungopos.com - Wacana pembubaran sejumlah program studi, khususnya di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang mencuat dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 pada 23 April lalu, mulai memantik kegelisahan di dunia akademik. 

Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) termasuk kampus yang menyuarakan sikap tegas. Bagi UMMUBA, pendidikan bukan sekadar angka statistik, bukan pula sekadar persoalan untung-rugi institusi. Pendidikan adalah jantung peradaban bangsa.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMMUBA, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, menilai bahwa rencana penutupan prodi pendidikan harus dikaji secara mendalam dan tidak boleh diputuskan secara tergesa-gesa.

“Jika rencana penutupan sejumlah program studi dilakukan, maka hal ini perlu ditanggapi secara kritis, proporsional, dan berbasis data. Dampaknya sangat besar terhadap pemenuhan kebutuhan guru profesional yang merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi tamparan keras bagi narasi yang melihat prodi pendidikan hanya dari jumlah peminat atau efisiensi administratif. Sebab di balik setiap ruang kuliah FKIP, ada harapan lahirnya guru-guru yang akan membentuk karakter generasi masa depan.

Ironisnya, di saat banyak daerah masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, justru muncul wacana pengurangan program studi yang mencetak guru. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan lahirnya ketimpangan pendidikan yang semakin dalam, terutama di wilayah pelosok.

Dekan FKIP UMMUBA, Diana Oktavia, S.Pd., M.A, bahkan menegaskan bahwa profesi guru tidak akan pernah kehilangan relevansi, seberapa pun cepat dunia berubah.

“Pendidikan itu dinamis, terus berkembang. Kebutuhan akan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan zaman bukan alasan untuk melemahkan institusi pendidikan, melainkan momentum untuk melakukan inovasi. Karena itu, FKIP UMMUBA terus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan realitas dunia kerja modern.

Di tengah gelombang digitalisasi dan kecerdasan buatan, peran guru justru semakin penting sebagai pembentuk nilai, etika, dan kemanusiaan. Teknologi mungkin bisa menggantikan mesin administrasi, tetapi tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan sentuhan moral seorang pendidik.

UMMUBA juga menolak stigma bahwa lulusan pendidikan hanya berakhir sebagai pengajar formal. Diana menjelaskan bahwa lulusan FKIP kini dipersiapkan menjadi pribadi adaptif, kreatif, dan mampu masuk ke berbagai sektor profesional, termasuk pendidikan vokasi untuk SMK dan bidang industri kreatif pendidikan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan dan Sains (FTKES) UMMUBA, Husnil Hidayat, MT., MM., menegaskan bahwa kampus justru sedang memperkuat eksistensi program studi agar tetap relevan menghadapi masa depan.

“Kami menegaskan bahwa program studi tidak hanya dipertahankan, tetapi terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan masa depan,” katanya.

Sikap UMMUBA sejalan dengan pandangan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, yang menyebut pendidikan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia unggul. Dalam pandangannya, guru bukan sekadar profesi, tetapi fondasi masa depan bangsa.

Karena itu, banyak pihak menilai bahwa kebijakan penataan program studi harus dilakukan dengan hati-hati dan berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Jika keputusan diambil hanya berdasarkan tren pasar atau efisiensi sesaat, bangsa ini dikhawatirkan akan membayar mahal di masa depan: kekurangan guru, melemahnya kualitas pendidikan, dan hilangnya pemerataan akses pembelajaran.

Di tengah polemik ini, UMMUBA memilih berdiri di garis depan untuk menyuarakan satu pesan penting: jangan pernah menganggap pendidikan sebagai beban. Sebab dari ruang kelaslah lahir dokter, insinyur, ulama, pemimpin, dan generasi yang menentukan arah bangsa. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://ummuba.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com