Mohd Haramen
Oleh : Mohd Haramen
Ada saat dalam hidup ketika manusia menyadari bahwa kekuatan dirinya sangat terbatas. Obat telah diminum, dokter telah didatangi, ikhtiar sudah dilakukan, namun sakit tak kunjung pergi. Pada titik itulah hati sering diajak kembali memahami satu hal yang paling mendasar: kesembuhan sejatinya berasal dari Allah.
Kisah seorang ulama besar, Al-Hakim Abu 'Abdillah, memberikan pelajaran yang sangat dalam tentang rahasia itu. Suatu waktu, beliau menderita luka di wajah yang tak kunjung sembuh. Luka itu bertahan hampir satu tahun lamanya. Berbagai pengobatan telah dicoba, namun hasilnya tetap sama: luka itu tidak juga mengering.
Bagi seorang ulama besar, sakit bukan sekadar penderitaan fisik. Ia adalah ujian yang mengajak jiwa untuk lebih dekat kepada Allah. Dalam kesunyian doanya, Al-Hakim terus memohon kesembuhan.
Suatu malam, beliau mendapatkan isyarat melalui mimpi. Dalam mimpi itu, beliau dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, khususnya dengan memberikan air minum kepada orang-orang.
Isyarat itu tidak diabaikan. Al-Hakim segera memperluas sedekahnya. Ia membuat tempat minum bagi masyarakat, menyediakan air yang dingin dan menyegarkan, bahkan disertai es agar orang-orang yang kehausan dapat meminumnya dengan nikmat. Setiap orang yang lewat boleh mengambilnya.
Apa yang terjadi setelah itu sungguh menggetarkan hati.
Dalam waktu kurang dari satu minggu, luka yang telah bertahan hampir setahun itu sembuh sepenuhnya.
Kisah ini bukan sekadar cerita tentang keajaiban, tetapi tentang sebuah rahasia spiritual yang sering dilupakan manusia modern: sedekah memiliki kekuatan yang melampaui logika manusia.
Rasulullah ﷺ telah mengajarkan hal itu jauh sebelumnya. Beliau bersabda:
"Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah."
(HR. Abu Dawud dalam Al-Marasil dan Ath-Thabarani)
Sedekah bukan hanya tentang memberi sesuatu kepada orang lain. Ia adalah bentuk pengakuan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Allah. Ketika seseorang bersedekah, ia sebenarnya sedang membuka pintu rahmat yang mungkin tertutup oleh dosa, kelalaian, atau kesempitan hati.
Ulama besar Ibn Qayyim al-Jawziyyah bahkan menjelaskan bahwa sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak musibah, menghalau penyakit, dan memadamkan kejahatan hasad serta kedengkian. Menurut beliau, pengalaman manusia sepanjang zaman menunjukkan bahwa orang yang gemar bersedekah sering mendapatkan perlindungan Allah dalam cara-cara yang tidak disangka-sangka.
Karena itu, sakit dalam pandangan Islam bukan hanya tentang mencari obat, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia.
Mungkin ada orang yang sembuh karena obat.
Mungkin ada yang sembuh karena doa.
Dan mungkin ada pula yang sembuh karena air yang ia berikan kepada orang lain.
Sebab dalam logika langit, setiap kebaikan memiliki gema yang kembali kepada pelakunya.
Ketika tangan kita memberi, sebenarnya kita sedang membuka pintu bagi datangnya pertolongan Allah.
Barangkali itulah yang diajarkan oleh kisah Al-Hakim:
kadang-kadang kesembuhan tidak datang dari apa yang kita minum, tetapi dari apa yang kita berikan.
(Penulis adalah Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Batang Hari, bidang penghimpunan Zakat, Infaq dan Sedekah)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com