PENYERAHAN ZAKAT MAL : Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief menyerahkan zakat mal nya kepada Baznas Kabupaten Batang Hari
MUARA BULIAN, bungopos.com - Pagi yang cerah di Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Senin (9/3), menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan yang sarat makna. Di hadapan para pejabat daerah dan aparatur pemerintahan, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief secara resmi melaunching Gerakan Batang Hari Berzakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), wakil ketua Baznas, amilin dan amilat serta para camat se-Kabupaten Batang Hari. Peluncuran gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ia dimulai dengan keteladanan.
Di hadapan para hadirin, Bupati Fadhil Arief langsung menunaikan zakat malnya melalui Baznas. Langkah itu kemudian diikuti oleh para asisten dan kepala OPD yang hadir. Suasana sederhana itu berubah menjadi momentum refleksi—bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang memberi contoh.
Bagi Bupati Fadhil Arief, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan menuju keberkahan hidup. Ia mengajak seluruh masyarakat Batang Hari untuk menunaikan zakat melalui Baznas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Yakinlah bahwa zakat itu seperti keluar dari kantong kanan, lalu masuk kembali ke kantong kiri,” ujar Bupati dengan penuh keyakinan.
Ia menjelaskan bahwa balasan dari zakat tidak selalu datang dalam bentuk materi. Terkadang, balasan itu hadir dalam bentuk kesehatan, kemudahan hidup, ketenangan hati, atau keberkahan yang tidak terduga.
“Balasannya tidak mesti uang. Bisa saja dalam bentuk kesehatan, kemudahan hidup, dan keberkahan yang Allah berikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam berzakat. Sebab zakat yang dilakukan dengan hati yang tulus akan membawa dampak yang jauh lebih besar, bukan hanya bagi penerimanya, tetapi juga bagi yang menunaikannya.
Namun ia juga mengingatkan bahwa dalam proses penghimpunan zakat, terkadang diperlukan dorongan yang lebih kuat, terutama bagi aparatur sipil negara yang secara ekonomi umumnya telah berada di atas standar hidup layak.
Menurutnya, banyak orang merasa kesulitan bukan karena benar-benar tidak mampu, tetapi karena gaya hidup atau beban finansial yang diciptakan sendiri.
“Harus dibedakan antara orang yang benar-benar susah dengan orang yang dibuat susah oleh dirinya sendiri,” ujarnya dengan nada reflektif.
Pesan itu terasa sederhana, tetapi sarat makna. Sebab zakat bukan hanya tentang mengeluarkan sebagian harta, melainkan juga tentang menata kembali cara manusia memandang rezeki.
Gerakan Batang Hari Berzakat ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui Baznas, zakat yang terkumpul dapat disalurkan secara lebih terarah kepada fakir miskin, anak yatim, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ketua Baznas Kabupaten Batang Hari, H Muslim, M.Sy sendiri mengucapkan terima kasih atas kesediaan bupati melaunching kegiatan tersebut. Selain itu, juga meminta bupati untuk menyerahkan zakat secara simbolik kepada para mustahiq.
''Hari ini yang hadir, mustahiq fakir, miskin, fisabilillah dan disabilitas,'' terang H Muslim.
Dari Rumah Dinas Bupati pagi itu, sebuah pesan sederhana menggema: ketika zakat ditunaikan dengan keikhlasan, maka yang tumbuh bukan hanya kesejahteraan—tetapi juga keberkahan bagi seluruh Batang Hari. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com