Mohd Haramen

PUASA KE XVIII : Ujian Harta

Posted on 2026-03-08 14:44:13 dibaca 258 kali

oleh : Mohd Haramen, S.E, M.E.Sy

SEJARAH sering kali tidak hanya mencatat kisah tentang kemenangan dan kejayaan, tetapi juga menyimpan pelajaran mendalam tentang bagaimana manusia bisa jatuh karena kesombongannya sendiri. Salah satu kisah yang sangat menggugah adalah kisah Qarun, sepupu Nabi Musa. Ia adalah anak dari Yashar, saudara kandung ayah Nabi Musa. Pada awal kehidupannya, Qarun bukanlah orang yang berada. Ia hidup dalam kesederhanaan, bahkan kemiskinan.

Namun doa seorang nabi mampu mengubah jalan hidupnya. Setelah Nabi Musa mendoakannya, Allah melimpahkan kekayaan yang luar biasa kepadanya. Kekayaan Qarun begitu besar hingga Al-Qur’an menggambarkan bahwa kunci-kunci gudang hartanya saja harus dipikul oleh beberapa orang yang kuat. Ia menjadi simbol kemewahan, kemakmuran, dan kelimpahan dunia.

Ketika harta datang, tidak semua hati mampu tetap rendah. Qarun mulai lupa dari mana semua itu berasal. Ia berkata dengan penuh kesombongan bahwa kekayaan itu ia peroleh karena kepintaran dan ilmunya sendiri. Dalam hatinya, tidak ada lagi pengakuan bahwa semua itu adalah karunia Allah.

Kesombongan itu semakin tampak ketika ia menolak menunaikan zakat dan berlaku aniaya terhadap kaumnya. Harta yang seharusnya menjadi sarana untuk menebar kebaikan justru menjadi alat untuk meninggikan diri. Ia mengira kekayaannya akan menjadi benteng yang melindunginya dari segala sesuatu.

Namun manusia sering lupa bahwa harta hanyalah titipan. Ketika kesombongan mencapai puncaknya, Allah menunjukkan bahwa kekayaan sebesar apa pun tidak berarti apa-apa di hadapan kekuasaan-Nya. Dalam sekejap, bumi diperintahkan menelan Qarun, rumahnya, dan seluruh hartanya. Semua yang ia banggakan hilang begitu saja, tanpa tersisa.

Kisah Qarun bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah cermin bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini.

Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu. Beliau bersabda bahwa setiap kali matahari terbit, dua malaikat berseru kepada manusia. Mereka berkata bahwa yang sedikit namun mencukupi jauh lebih baik daripada yang banyak tetapi dipakai untuk berfoya-foya. Dan ketika matahari terbenam, dua malaikat kembali berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak, dan hancurkanlah harta orang yang pelit.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kehancuran itu tidak selalu berarti hilangnya harta secara fisik. Bisa jadi hartanya tetap banyak, tetapi keberkahan dalam hidupnya hilang. Harta itu tidak lagi membawa ketenangan, tidak membawa kebaikan, bahkan menjadi sebab kesengsaraan.

Di sinilah letak pelajaran besar bagi kita semua. Dunia sering tampak begitu memikat sehingga manusia lupa tujuan sebenarnya. Padahal Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.

Segala yang kita banggakan hari ini—rumah, kendaraan, jabatan, dan kekayaan—suatu saat pasti akan kita tinggalkan. Pada akhirnya, manusia hanya dihadapkan pada dua kemungkinan: dunia meninggalkan kita, atau kita yang meninggalkan dunia.

Karena itu, jangan biarkan harta menguasai hati kita. Jadikan harta sebagai alat untuk berbuat kebaikan. Gunakan ia untuk membantu sesama, untuk bersedekah, untuk menebar manfaat bagi orang lain.

Sebab harta yang disimpan hanya akan habis, tetapi harta yang dibagikan akan berubah menjadi amal yang kekal.

Jika Qarun menjadi pelajaran tentang bagaimana kesombongan dapat menenggelamkan manusia, maka sedekah adalah jalan yang menyelamatkan hati dari keserakahan. Harta yang kita miliki sejatinya bukanlah milik kita sepenuhnya. Ia adalah ladang amal yang Allah titipkan agar kita menanam kebaikan untuk kehidupan yang lebih abadi.

Dan ketika kelak kita meninggalkan dunia ini, yang akan menyertai kita bukanlah tumpukan kekayaan, melainkan kebaikan yang lahir dari harta yang pernah kita bagikan.

(Penulis adalah Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Batang Hari, bidang Penghimpunan Zakat, Infaq dan Sedekah)

Penulis: Mohd Haramen
Editor: arya abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com