Mohd Haramen
DICERITAKAN oleh Imam Al Baihaqi dan dikutip dalam kitab Syu’abul Iman, dahulu ada sahabat Nabi SAW yang bernama Adi bin Hatim at-Thoi. Dirinya wafat tahun tahun 68 H. Adi bin Hatim ini punya kebiasaan yang cukup unik. Hampir setiap hari, dirinya menyobek nyobek roti yang ia miliki. Kemudian ia berikan kepada semut-semut.
Dan beliau berkata, 'Sesungguhnya semut-semut ini adalah tetangga kami, dan mereka memiliki hak tetangga yang mesti kami tunaikan,’’.
Bagi sahabat ini, semut saja layak diberi, apalagi tetangga dan saudara. Dalam rezeki kita ada hak-hak mustahiq yang harus ditunaikan.
Sahabat Nabi ini betul-betul mengamalkan hadist seperti yang dikisahkan Abdullah bin Amru, ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: “Islam apakah yang paling baik?” Beliau bersabda: “Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.”
Berbagi ternyata merupakan pengamalan Islam yang paling baik. Makanya Nabi SAW bersabda, orang yang membagi takjil berbuka, pahalanya sama dengan orang berpuasa tanpa pengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Demikianlah motivasi berbagi kebahagiaan dalam bulan Ramadhan ini. Berpuasa ternyata bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga mengajak kita selalu berbagi disaat senang dan susah. Jika saat Imsak harus memulai puasa, maka kita tak perlu khawatir. Karena kebahagiaan akan tiba saat waktu berbuka.
Puasa juga merupakan kawah pendadaran jati diri manusia sebagai hamba Allah. Ramadan menguji kita dengan dua ujian sekaligus. Yakni pertama ujian kejujuran dan ujian dahaga. Ujian kejujuran bisa melahirkan integritas kemanusiaan kita. Dimana, disaat kita dengan gampang sekali sembunyi menyeruput minum dan makan di luar penglihatan khalayak, tapi kita dituntut tetap menahan lapar dan dahaga. Gelar Integritas bisa kita disandang, bila tetap berlapar dahaga hingga waktu berbuka tiba.
Lalu ujian dahaga, merupakan ujian raga dan jiwa agar bisa merasakan mereka yang berada digaris bawah. Iman dan raga kita diuji sedemikian rupa agar bisa menjadi hamba yang sempurna. Inilah kawah candradimuka untuk menjadi manusia yang bertakwa. Hal ini sesuai dengan tujuan berpuasa yakni merasakan dahaga, berbagi bahagia, lalu menjadi manusia takwa.
(Penulis adalah Mohd Haramen, S.E, M.E.Sy, Wakil Ketua Bidang Perhimpunan ZIS Baznas Kabupaten Batanghari)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com