BERANTAS : Bupati Bungo H Dedy Putra bertekad sikat habis PETI

PETI di Batang Bungo Dikhawatirkan Picu Bencana Ekologis, Bupati Ingin Sikat Habis PETI

Posted on 2026-01-14 21:40:58 dibaca 325 kali

MUARO JAMBI, bungopos.com  – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, kian menunjukkan wajah kelamnya. Bukan hanya merusak lingkungan, praktik ilegal ini kini dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman warga dan berpotensi besar memicu bencana ekologis, terutama banjir yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kerusakan lingkungan tampak nyata di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo hingga wilayah perbatasan Kabupaten Kerinci. Sungai yang selama puluhan tahun menjadi sumber air bersih dan tumpuan hidup masyarakat kini berubah menjadi hamparan lumpur keruh. Aliran sungai menyempit, dangkal, dan kehilangan fungsi alaminya akibat pengerukan yang dilakukan secara masif oleh penambang ilegal.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan terparah terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Rantau Pandan dan Kecamatan Batin III Ulu. Di wilayah ini, tebing sungai tergerus tanpa kendali, alur sungai berubah drastis, serta kawasan hutan di sekitarnya rusak berat. Tak sedikit warga yang mulai mengeluhkan menurunnya kualitas air dan meningkatnya kekhawatiran akan datangnya banjir saat musim hujan.
Kondisi memprihatinkan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Bungo untuk kembali mengambil langkah tegas. Pada Selasa siang, (13/01/26), Tim Zero PETI Kabupaten Bungo menggelar razia dan penindakan di sejumlah titik rawan PETI di sepanjang Sungai Batang Bungo hingga perbatasan Kabupaten Kerinci.
Operasi gabungan yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri ini berhasil mengamankan satu unit alat berat yang digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal. Selain itu, petugas juga merusak fasilitas penambangan serta memusnahkan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang disiapkan untuk operasional PETI.
Bupati Bungo, Dedi Putra, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan lagi memberi ruang toleransi bagi aktivitas PETI yang telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.
“Saya mengimbau kepada seluruh pelaku penambangan emas tanpa izin di aliran Sungai Batang Bungo, dari Kota Bungo sampai kaki Gunung Kerinci, untuk segera keluar dan menghentikan aktivitas ini. Dampaknya sangat besar, bisa menimbulkan banjir dan merusak sumber air masyarakat,” tegasnya.
Dedi Putra juga memastikan bahwa penertiban akan dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan. Setiap pihak yang terlibat, tanpa terkecuali, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami bersama seluruh aparat, mulai dari pemerintah daerah, Denpom, Kodim, hingga Polres, berkomitmen mengamankan aliran Sungai Batang Bungo sebagai sumber air masyarakat dan PDAM. Intinya, tidak boleh ada lagi aktivitas penambangan di sungai ini. Dari kaki Gunung Kerinci akan kita bersihkan semuanya,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bungo berharap langkah tegas dan berkelanjutan ini mampu menghentikan aktivitas PETI secara permanen. Lebih dari itu, upaya ini diharapkan dapat memulihkan fungsi Sungai Batang Bungo sebagai sumber kehidupan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan dan masa depan masyarakat Bungo. (aca)

Penulis: Salsabila
Editor: Arya Abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com